• Home
  • Riau
  • PLN Gandeng Kejaksaan Dumai Penetapan Ganti Rugi Pembebasan Lahan

Pembangunan Jaringan Tranmisi

PLN Gandeng Kejaksaan Dumai Penetapan Ganti Rugi Pembebasan Lahan

Kamis, 23 Maret 2017 12:47:00
BAGIKAN:
Ilustrasi

DUMAISATU.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Instalasi Pembangkit (UIP) II Medan menggandeng Kejaksaan Negeri Dumai mensosialisasikan dan musyawarah penetapan ganti kerugian pembebasan lahan pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 KV beserta Gardu Induk Dumai - Kawasan Industri Dumai dan Dumai - Bagansiapiapi. 

Dharma Widarshono, selaku pejabat pelaksana proyek pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 KV mengatakan, bahwa progres pembangunan sendiri sudah berjalan dan tidak ada hambatan. 

Saat ini proses pembebasan lahan, kata dia, sudah hampir 95 persen mulai dari Bagansiapiapi-Dumai. Dan masyarakat sepakat mendukung pembangunan proyek jaringan transmisi. 

"Pembayaran via rekening masyarakat. Lalu untuk masyarakat yang lahannya masih bermasalah kita titipkan di Pengadilan Negeri Dumai," katanya menambahkan, Rabu (22/3/17). 

"Yang jelasnya, pembangunan tower dan jaringan transmisi ini demi kemakmuran masyarakat. Dan kapan lagi Dumai dan Bagansiapiapi terang benderang," katanya, usai sosialisasi. 

Dharma menegaskan, proyek jaringan listrik ini merupakan program Pemerintahaan Joko Widodo. Oleh karena itu, proyek ini diminta untuk secapatnya disiapkan. 

"Proyek pembangunan jaringan transmisi ini akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat. Jadi tidak benar kalau masyarakat menolak pembangunan jaringan ini," ucapnya. 

Sementara Kepala Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Dumai, Jonitrianto Andra, SH, MH mengatakan ada 25 titik lahan yang bermasalah di tujuh kecamatan. 

Permasalahan itu sendiri, kata dia, cukup bervariasi mulai dari masyarakat neolak ganti rugi dan meminta ganti rugi lahannya semua. 

"Permasalahan pembebasan dan ganti rugi lahan ini sebenarnya sudah mulai mengerucut. Masyarakat sudah mendukung pembangunan jaringan transmisi," ujarnya menambahkan. 

"Lalu mengenai sengketa lahan itu antara masyarakat dan prosesnya sedang ditangani oleh masyarakat tersebut. Setelah itu baru dibayarkan ganti rugi pembebasan lahan," pungkasnya.

Penulis: Rezi AP 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Eko Suharjo Bangga Hadirnya Taruna Akademi TNI Angkatan Laut

    DUMAISATU.COM - Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo mengaku banga hadirnya Angkatan Laut (AL) di daerahnya. Sebab Kota Dumai p

  • 122 Taruna TNI AL Tampil Memukau di Dumai

    DUMAISATU.COM - Sebanyak 122 Taruna/Taruni Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV angkatan ke-64 yang sedang melaksanakan latihan

  • Amankan Pasangan Mesum, Tim Yustisi Dumai Temukan Alat Hisap Sabu

    DUMAISATU.COM - Dihari ke tiga menggelar Operasi Yustisi di sejumlah lokasi Wisma dan Kos-kosan di Dumai. Tim mendapati seb

  • Penbangunan Dihentikan, Miliki GOR di Dumai Hanya Mimpi

    DUMAISATU.COM - Proyek Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Dumai untuk sementara dihentikan akibat robohnya bangunan pagar G

  • KOMENTAR