• Home
  • Maritim
  • Ferry Dumai Ekpress 21 Nyaris Tenggelam di Karimun

Ferry Dumai Ekpress 21 Nyaris Tenggelam di Karimun

Jumat, 20 Mei 2016 11:32:00
BAGIKAN:
Ilustrasi
DUMAISATU.COM - Dua kapal Ferry yang membawa penumpang dari Pelabuhan Domestik (PDS) Sekupang, Batam tujuan Tanjungbalai Karimun, dihantam gelombang dan cuaca buruk, Rabu (18/05/2016) sore.
 
"Ada dua kapal kita yang diterjang cuaca buruk secara tiba-tiba. Insiden itu tidak ada memakan korban jiwa, semua penumpang dinyatakan selamat," ujar Kepala Pos Syahbandar PDS, Komaruddin, Kamis (19/05/2016) ditemui di dermaga PDS.
 
Insiden pertama yang terjadi, menimpa kapal Dumai Ekspres 21 yang membawa 32 penumpang, dihantam cuaca buruk disertai angin kencang dan ombak disertai hujan, tidak jauh dari Pulau Takong Hiu Tanjungbalai Karimun.
 
"Kapal Dumai Ekspres 21 itu sudah hampir sampai di Tanjungbalai Karimun. Kita berangkatkan pukul 14.30 WIB dengan cuaca normal, tapi tiba-tiba dihantam cuaca buruk. Setelah berkordinasi, kapal tetap bergerak mengikuti arus ombak, dengan kecepatan rendah," ujarnya.
 
Akibat insiden tersebut, dua kaca belakang kapal retak, setelah dihantam angin yang secara tiba-tiba.  Komaruddin mengaku tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Saat ini kapal tengah diperbaiki di Batam. "Kapal sekarang tengah diperbaiki," tegasnya.
 
Insiden kedua menimpa kapal berkapasitas 102 kursi penumpang, Mikonatalia yang bergerak dari PDS pukul 15.15 WIB. Namun 15 menit setelah dilepas oleh Syahbandar, lagi-lagi cuaca buruk melanda perairan Batam.
 
"Dari Sekupang cuaca normal-normal saja, tapi setelah bergerak 15 menit cuaca buruk. Saya sudah firasat dan langsung kontek kapten kapal," ujar pria tinggi tegap itu.
 
Saat itu, kapten kapal membenarkan cuaca mengahantam kapal yang membawa 40 penumpang tersebut. Ia pun mengintruksikan agar kapten kapal mencari perlindungan di pulau terdekat, atau mencari pelabuhan terdekat atau balik kembali ke pelabuhan asal.
 
"Karena cuaca tidak memungkinkan, kapal ahkirnya kembali ke PDS dengan selamat. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka, maupun kerusakan yang terjadi di awak kapal," katanya.
 
Penundaan keberangkatan sempat terjadi, sekitar pukul 17.15 WIB. 40 penumpang diberangkatkan dengan menggunakan kapal Mikonatalia 99 dengan kapasitas 300 penumpang.
 
"Jadi penumpang itu kita alihkan ke kapal yang lebih besar. Hanya sedikit penundaan keberangkatan kapal," pungkasnya.
 
(red/net)
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR