• Home
  • Dumai
  • Pemko Dumai Gelar Workshop Penerapan Disiplin Positif Mencegah Kekerasan

Pemko Dumai Gelar Workshop Penerapan Disiplin Positif Mencegah Kekerasan

Rabu, 22 November 2017 13:10:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Pemerintah Kota Dumai melalui  Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (BKBPPA) kota Dumai menggelar workshop penerapan disiplin positif dalam mencegah kekerasan di Kota Dumai, Senin (20/11).

Walikota Dumai H. Zulkifli AS secara resmi membuka workshop yang berlangsung selama 2 hari dengan diikuti oleh sejumlah guru dan aparatur sipil negara (ASN). Workshop kali ini menghadiri mentor dari kementrian perlindungan perempuan dan anak.

Pada sambutannya walikota Dumai menyatakan menyambut baik kegiatan kali ini dengan harapan menghasilkan output yang baik dan dapat diterapkan.

"Perlindungan anak dan perempuan merupakan masalah konkrit sekali dan real adanya dihadapan kita. Mudah mudahan  ini menjadi salah satu upaya kita menciptakan disiplin kepada generasi muda kita dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya.

"Meski kita ketahui untuk Kota Dumai kita sudah mendapatkan sejumlah penghargaan dan sudah memiliki forum anak yang sudah memiliki organisasi namun hal tersebut tidak menjadi alasan kita untuk tidak berbuat karena nyata dihadapan kita kekerasan itu masih ada," tambah Walikota Dumai.

"Saya termasuk orang yang paling risau dengan generasi kita saat ini, dengan fasilitas pembangunan manusia seperti pendidikan dan kesehatan yang besar kita anggarkan namun apa yang kita lihat saat ini dimana generasi kita semangkin hancur. Menghisap lem, berkumpul melakukan tawuran dan balap liar menjadi sisi buruk generasi muda kita saat ini," tambah orang nomor satu di Kota Dumai ini.

Membangun disiplin anak di sekolah dengan apa yang dilakukan oleh guru terkadang juga mendapat kendala dari orang tua murid yang tidak terima perlakuan yang diterima anaknya setelah mengdengar laporan sepihak dari anak. Ini kendala kita hingga membuat guru terkadang apatis terhadap anak tersebut.

"Intinya pembangunan disiplin khusunya pada generasi muda kita adalah tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya aparat hukum dan guru, pemerintah lingkungan dan khususnya orang tua harus ikut bersama karena keluarga merupakan wilayah terdekat dalam pembinaan anak dalam menangkal kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegas Zul As.

"Tumbuhkan kembali semangat gotong royong, khasanah, nilai kehidupan yang kita punya serta rasa hormat agar kehidupan kita akan lebih baik dan tenang," harap walikota Dumai.

Penulis: Deka Handani

BAGIKAN:
KOMENTAR